Lelakiku, Sepeda Tua, dan Palang Pintu Kereta

Sebelum kubangun ia berangkat
Bergegas memenuhi panggilan hati
Berbekal nasi sisa semalam
Pulang saat kuterlelap

Sepedanya masih sama
Usianya lebih tua dariku
Setia mendampingi Lelakiku
Melewati siang dan malam
Teronggok di bawah kersen tua
Terbiar kepanasan dan kehujanan

pixabay.com

Palang pintu kereta ia jaga
Belasan tahun ia lakukan
Sejak sebelum menjaga keluarga
Ribuan kereta menyapanya
Jutaan orang terlindunginya
Berapa rupiah ia dapatkan?

Ia ikhlas melakukannya
Walau sering kucemburu karenanya
Pos jaga rumahnya
Gubug kami hanya persinggahan

Ia pahlawan bagiku
Meskipun jasanya terabaikan

Icha Risk
Semarang, 24 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *