Lempuyangan

pixabay.com

/1/
Sebutir pertemuan kita tetaskan di Stasiun Lempuyangan
Menginduk pada bait-bait senyum yang kau layangkan
Lalu memanggil-manggil namaku selayaknya ayam bercuit merdu

/2/
Sebuah pandang pertama pecah
Ketika bel stasiun berbunyi renyah
Kau berlari terpingkal-pingkal
Sebatas mengucapkan selamat tinggal

/3/
Berdiri di depan pintu kau melambai padaku
Kemudian tanganmu tersingkap
Melihatku pergi tanpa ucap

/4/
Lalu bel berbunyi lagi
Dengan getaran satu peluit panjang
Kau tampak pergi dan menghilang

Wisnu Maulana Yusuf

Lempuyangan, Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *