Hijrah

Suatu waktu
Kepergian perempuan terkasihnya
Dan sahabat dekat
Membuat Dia mengolah kesedihan sendiri
Dia, Muhammad

Penderitaan selalu dirasakan
Ialah kaum Quraisy, melimpahkan kekejaman

Lalu tekadnya mengarahkan pada daerah subur:
Thaif namanya
Mencari perlindungan

Dia pergi bersama anak angkatnya,
Zaid bin Haritsah
Menuju pemuka Bani Tsaqif

Dikira ada ‘selamat datang’ yang hendak menyambut
Tapi mereka tak berkenan

Dia menerima pengusiran
Disumbangkannya darah segar
Mengucur dari sela-sela dagingnya

Beberapa waktu sebelum Dia menapakkan kaki di sana
Kafir Quraisy lebih dulu memberi asupan
Tentang Dia yang tak balas kebenaran

pixabay.com

Lalu sewaktu hendak pulang ke Mekkah, tapi harap musnah
Mereka enggan menerima

Berjalanlah (lagi) dan tepatlah pada suatu kebun:
Kurma, milik Rabi’ah

Ia menyuruh orang kepercayaan: Adas
Untuk memberikan kurma
Pada Muhammad
Lantas, ia mengakui keEsaan Allah
Usai dengar cerita bahwa Yunus adalah sahabat Muhammad

Sebelum Muhammad kembali ke Mekkah
Dia bertemu malaikat penjaga gunung dan berkata,
“Aku bisa menumpahkan gunung ini kepada mereka.”

Muhammad tak ingin itu terjadi
Ia ingin ada cerita, mereka tak sembah berhala, tapi Tuhan.

Orang Quraisy sangat membencinya
Ia bertandang ke gua Hira
Beberapa hari
Lalu, Bani Naufal melindungi
Kemudian kembali ke Mekkah kembali.

Ditulis usai menyelami kisah nabi.

Shofiyah

Tegalgede, 23 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *