Senja Tutup Luka

Akan ada tiba waktuku habis, terampas masa yang menua
Aku hanya ingin memberimu segenggam bait tak terlalu istimewa
Mungkin bisa kau simpan di bawah peraduan, sebagai penghantar mimpi penghapus luka

Ada masa di mana aku harus berkelana meninggalkan segala suka yang selalu kau beri di penghujung senja
Detik-detik yang kita nikmati bersama akan terbabat habis; hilang

Memori-memori ‘kan terkelupas dari kepala tanpa mau mengulang segala; usai
Jejak-jejak senyum terpudar dan kita hanya bisa saling melepaskan tanpa keberatan; rela
Tak lagi kita saling menggenggam menguatkan, apabila lintasan berbeda telah menyambangi kita

Kumohon,
Jangan ada setetes pun duka yang membasahi netra
Kita cukup tahu, bila perpisahan tak perlu disesalkan
Kadang semesta memang sering membercandai kita dengan segala ketidakbersamaan atas nama takdir

Kau harus terima, begitu pun aku yang belajar menerima
Kita adalah dua butir pasir dari pantai samudera yang berbeda, dan tak mungkin bisa dipersatukan

Senja ini penutup lembaran cerita kita yang abadi dengan cara sederhana

Untukmu yang pernah menumbuhkan suka di tanah jiwa yang berbalut luka.

Septi Nofia Sari

Magelang, 23 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *