Pengagum Rindu

Jangan bertanya tentang bait-bait yang hilang sementara kau telah berlalu sisakan sejuta kehampaan
Sedikit bimbang, kulepas kau melebur bersama bayangan malam

Ada yang tak kau tahu dari apa-apa yang membuatku bisu
Pilu disantap rembulan yang bersembunyi di balik pucuk cemara, wajahnya merona
Kebekuan berbicara di sela-sela hening, membawa kita pada memori yang mungkin telah berkarat

Kita mesti tuntaskan
Rindu yang tercipta dalam keterasingan sejak senja menganugerahi kita sedikit ruang bersama

pixabay.com

Semesta berbisik tanpa aksara
Jemarinya menggenggam kita menyelami kebisuan indah beraroma surga
Ia tahu, dan kita juga tahu bahwa waktu tak pernah lagi datang berkunjung
Kepada kita para pengagum sendu
Desah angin lebih dari cukup membabat habis rindu yang kepalang basah, terbentuk dari riak-riak kecil sungai netra

Mesti kita usaikan
Sebab fajar tak mungkin lagi bersabar menunggu
Kita hanya seonggok pengagum rindu, yang terlantar di keheningan malam bertemankan kebisuan

Kulepas kau bersama indah bayang-bayang

Septi Nofia Sari 

Magelang, 19 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *