Sebelum Tengah Malam

Untuk perempuan yang lahir dari cahaya bulan.
Jika besok pagi,
tak kau temukan tubuhku di ranjang,
pahamilah,
angin telah lahir dengan sempurna dari timur,
lalu ke tengah,
dan bekas-bekas luka di teras rumah kita,
telah mengerak tanpa anyir.

Tak perlulah kau cemas,
Lantaran sisa tapak bayangan pagi,
Akan menjadi teman minum kopi,
di teras rumah kita.
Langit malam akan senantiasa merawat wajahku,
Lalu purnama tempat kau lahir,
Akan menuliskan sajak-sajak rindu,
yang ia tiupkan pada udara yang kering.

pixabay.com

Maka jangan heran,
Di hari sebelum tengah malam itu,
Aku menitipkan dengus napasku di dadamu.
Agar kau tahu,
hidup dan matiku adalah bayangan barangkali,
yang senantiasa kau yakini.

Sapta Arif 

Surakarta, 15 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *