Kapal Kertas

Biar rintik-rintik memenuhi palung dada
Perempuan yang termangu di pelabuhan terakhir, bersedekap menatap
Kesah yang hilir mudik di titik retina

Malam!
Bukanlah untuk menuntut siang yang berbohong di balik cahaya terangnya.

pixabay.com

Tentang rindu yang berputik di musim semi.
Mekar dengan taburan senyum di bibir tuanya.
Elok!
Tapi ada petakan hati yang teriris.

Bersama kapal kertas ini
Seonggok rasa dilayarkan keseberang
Semoga terpaut di sepertiga malam
Tempat ayah senandungkan kidung Tuhan

M. Irsyad Aswardi

Kairo, 15 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *