Curahan Hati Anak Rantau

Kutanam rindu di persada jiwa. Memupuknya dengan doa agar tak diserang hama keluh kesah.
Silakan dituai, Yah. Karena memang untukmu.

Rindu terletak dalam doa, terbalut dengan cinta-Nya. Agar jika sampai dalam genggaman, tak berbentuk bualan semata. Sebab rindu ini benar-benar untukmu, Yah. Percayalah! Aku tidak sedang berdusta.

Jarak yang memisahkan kita membuat tabunganku penuh dengan rindu.

Waktu seringkali tak mengizinkan kita bertemu, membuat benakku penuh dengan wajahmu.

pixabay.com

Ayah, boleh aku jujur? Dunia luar terlalu menyibukkanku. Mereka bilang untuk apa pulang? Anak rantau harus terus berjuang. Seakan semua lebih penting ketimbang dirimu. Katanya ini demi bangsa. Lalu, demi Ayah apa?

Pahamlah! Ayah butuh suguhan makanan lewat tanganku. Ayah tentu ingin bajunya dirapikan olehku.

Salam rindu untukmu, Yah. Dari anak rantau yang sibuk dengan dunianya.

Dho Hindun

Jambi, 15 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *