Sebuah Cerita dari Puisi Lama

pixabay.com

/1/
Sebuah buku dengan sampul hitam aku baca perlahan, mencari makna bahagia yang terkandung di dalamnya.
Lembar demi lembar aku susuri dengan hati, berharap tidak ada sakit di kata pertama yang menjadikannya sakit hati.

/2/
Di halaman tengah aku belum menemukan kisah bahagia, hanya ada sebaris kisah tentang cinta yang teraniaya.
Hingga aku gundah gulana berprasangka, akankah ada suka di halaman terakhirnya.

/3/
Aku mulai mempercepat bacaanku, senyum yang tak bisa kulukis dengan jari-jemari, aku menemukanmu.
Kau adalah huruf-huruf yang menjelma hutan lalu meneduhkanku dari mentari.
Atau hunjaman gerimis yang membasahiku di jantung puisi.

/4/
Kau menari keluar dari kertas itu, menempel di telapak tanganku sebagai syair-syair syahdu.
Kemudian aku berlari menuju Ibumu, meminta restu agar kau menjadi satu-satunya syair yang mengusap wajahku.

Wisnu Maulana Yusuf

Yogyakarta, 15 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *