Sepatu Baru dari Ayah

Dalam ruang sempit kaki bersembunyi
Dari terik mentari
Juga bulir-bulir rinai
Pengap, tentu menyesakkan
Jemari meringkuk
Terpaksa ditekuk

Angin pula kerap menyelinap dari jendela yang dibuat tanpa sengaja; robek
Ah, nyatanya kakiku tak dapat perlindungan

Kuadukan kaki yang tersesak pada Ayah; minta ganti yang baru
Katanya “Sabar, Nak!”

Oh, kakiku sudah tak tahan
Kuadukan lagi; berharap akan diganti
Kata Ayah “Nanti ya, Nak”

pixabay.com

Aku tunggu rumah baru untuk kakiku
Semoga Ayah sudah menemukannya

Dan
“Ini sepatumu, sayang.” kata Ayah lirih
Matanya berkaca
Tak mampu belikan sepatu mewah

Tapi tak mengapa
Sepatu baru jahitan Ayah
Tetap aku pakai juga
Setidaknya sepatuku sudah tidak bercelah
Serasa seperti semula

Dho Hindun

Jambi, 13 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *