Oase Cinta

Senja itu telah mempersembahkan pesona kepada petang
Melambaikan tangan sebagai pertanda selamat datang
Suasana aurora semerbak menari riang
Membawa kedamaian hati bagi semesta

Ketahuilah, ketika itu tawa dunia mampu memenjarakan siapa saja yang hanya terpaku oleh puja dan cela
Dan ketika kesadaran memahami kehinaan
Logika memasung hati dalam deretan angka

Kemudian ia tiba, sang pembeda
Menghancurkan dinding rapuh dalam dada yang menghalangi cahaya
Merekah mekar kelopak- kelopak sanubari yang telah lama merintih
Senyum wanginya mewangi
Beribu cinta pun bersetubuh dalam oase air mata

pixabay.com

Ibnu Jayyid 

Singhasari, 12/01/2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *