Kau

Jika kau adalah luka,
maka jangan sesekali meretaskan duka
yang tunduk bersama uraian rintik pada bola mata
satu memori hendak hilang; amnesia.

Jika kau adalah kisah,
maka biarkan ia lebur dalam damai
terkubur di jalan kenangan
bukan lagi pincang, tapi menyempurnakan aliran perjalananku; cerita lalu.

pixabay.com

Jika kau adalah masa depan,
maka izinkan aku berhaluan ke arah itu
lalu membawa segantang mimpi
untuk disemai dengan mantra yang kau rapalkan di langit malam.

Lantas, kau siapa?

Bukan sesiapa! Hanya serpihan bayang yang tak mau berpudar saat hujan menggenang di altar sendu.

Dan kau tiada, pulang bersama sepi.

Shofiyah 

Jember, 13 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *