Nostalgia Mimpi

Bangun pagi hanya untuk mendengar frasa “selamat pagi” darimu.
Mencatat kata per kata, menginstruksikan bahwa ia adalah peta, tak mau tersesat.

pixabay.com

Mencari binar matamu, untuk menerangi lentera duniaku.
Membuka gendang telinga, agar mendengar merdu suaramu.
Kadang malu, saat sontak matamu tiba-tiba mendarat di wajahku.
Pula tertunduk kagum saat pipimu bercongkak, melepas senyum.
Lutut bergetar, saat kau berdiri sekepal tangan.

Saat itu masih pagi, dan aku terbangun, tersentak kekaguman wajahmu yang tertulis di mimpiku.

Ichal RM
Sorong, Kamar kosong, 10 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *