Aku dan Sesal

Jika ada uap air yang jatuh usai penjelajahan makna, itu bukan suatu kesedihan. Tapi, kerinduan-Nya yang jarang berbalas.

Jika ada bola mata yang tersenyum sepihak, itu bukan karena aku kuat. Tapi, itu karena Dia menguatkan saat diriku dalam keterpurukan.

pixabay.com

Jika ada yang hendak dan patut dipersalahkan, maka itulah diriku.

Jika ada penantian, maka itulah Dia.
Yang tetap menunggu, bahkan menyapukan tangis di wajah menjadi bulir senyum.

Jika ada tempat kembali, maka rumah-Nya selalu terbentang luas, angkasa mempersilakan bertamu, dan diriku menyesal atas segala keakuan dari pada-Nya.

Aku kembali…

Shofiyah

Jember, 08 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *