Lain Orang

Suatu ketika salah satu pakaianku terkena tumpahan susu sapi murni. Baunya amis, tak dapat dipungkiri. Dicuci berkali-kali tetap saja. Akhirnya aku menyerah dan meletakkannya di lantai, dengan tujuan untuk kain pel saja.

Di lain waktu ada salah seorang tetangga berkunjung ke rumahku. Duduk di kursi makan yang letaknya berhadapan dengan kulkas. Wanita itu melihat bajuku yang dijadikan kain pel. Tiba-tiba saja wanita itu berdiri dan jongkok memegangi baju tersebut.

“Ini kenapa ada di lantai, Neng? Masih bagus kok” ucapnya penuh perasaan.

Dengan santainya aku jawab “oh itu, ketumpahan susu sapi, Buk. Baunya gak enak.”

Wajah wanita itu terlihat suram. Aku khawatir, apa aku salah bicara?

“Buat saya saja ya, kalau neng tidak keberatan. Ini bagus untuk saya pakai jika ada kumpulan warga atau kondangan.”

pixabay.com

Aku tak habis pikir. Baju itu sudah di cuci tiga kali tetap bau. Kenapa bisa ada orang yang menginginkannya?
Aku pun mengizinkannya. Wanita itu pulang, aku menangis tanpa henti. Merasa kasihan atau bagaimana aku tak tahu.

Seminggu kemudian, kulihat baju itu. Dipakainya oleh wanita itu, terlihat bagus dan anggun. Alhamdulillah jika itu suatu kebaikan. Semoga Allah menerima semua ini.

Azmiyah 

Kanigoro, 09 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *