JANUARI

Kata ini sering melukis pilu di tahun pertama, meretas sembilu dalam akhir kemarin
Seperti derai air hujan di setiap masanya, kadang datang menyerbu deras tanpa permisi, tak jarang pula menepis tipis memalu serupa gerimis

Januari,
Tak sedikit yang menandaimu
Hujan yang hampir tiap hari menyapa
Seperti akronim padamu
Ja-nu-ari adalah hujan selalu berhari-hari
Hujan jatuh sebagai rahmat dan berkat
Tidak perlu membenci hujan apabila menyalahi hadirnya
Seperti sore ini di titik nadir bergemuruh penuh kerapuhan diri
Melepuh.
Rasanya bagai menggunduk di ulu kalbu
Begitu perih hingga tak kuat menahan dan hanya lebih sedikit terdengar
Meringkih dan bersujud dalam hadir rupa dua adegan

pixabay.com

Sekali lagi menyalahi hujan
Dengan resapan aliran dalam ari menderai serupa mentari menyungging senyum
Pada sore hujan terlalu tak adil apabila menggergap akan kebaikan
Akan masalah yang terbiasa susah
Berdamai tanpa reaksi binasa
Hanya damai dalam aksi biasa
Perlunya begitu

Rizkha N Latifah

Dalam senja senin 19.40 Kamar manis bersama

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *