Terkadang, Entahlah!

Malam larut meribut
Suara petasan bersahutan
Selang-seling tiupan terompet
Kembang api mengangkasa hiasi temaram
Sorak sorai bergema di mana-mana

Jalanan penuh
Tempat hiburan banjir
Digenang kubangan manusia

Rela menyita jatah tidur
Mengeruk rupiah yang tersisa
Demi menanti almanak tanggalkan tiga puluh satu di desembernya
Dan menyambut satu pada januari

pixabay.com

Apa bedanya?
Apa akan berubah?
Atau malah semakin lalai

Ah,
Terkadang entahlah!

Lihat esok hari
Apa subuh dinikmati sepenuh hati
Bersama rangkaian tasbih
Apa malah terlewati
Sebab begadang bersama yang terkasih

Dho Hindun

Jambi, 31 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *