Terbuai Rindu

Bungkalan rindu yang kusimpan rapi dalam atma. Terburai lewat langit mata. Dan bulir tumpah mencecah pipi. Lagi-lagi selaksa kenangan menggenang.

Haruskah aku memerun kenangan itu. Agar lenyap tak bersisa. Dan aku tak lagi diganggam duka sebab merinduinya. Tapi, mana bisa. Ia sebentuk kubangan, yang ada bara padam olehnya.

Oh, tidak!

Kenangan ini tetap di sini, dalam hati. Apa pun pelawa yang menyapa ‘kan aku hadapi. Sesungguhnya rindu akan dia tidaklah sakit. Hanya ilusi yang terlalu tinggi. Berharap dia kembali. Mana mungkin.

Ah, aku yang terlalu bodoh.

pixabay.com

Harusnya rindu ini kulapih dalam rapalan doa. Agar wanitaku tenang di sana.

Terlalu!
Aku malah menyiksanya dengan rintihan tak berguna.

Maafkan aku, Bu.
Bahagialah dalam dekapan-Nya.

Dho Hindun

Jambi, 02 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *