Sejumput Harapan Di Tahun Baru

Tak terasa aku berdiri di penghujung tahun
Roda hidup senantiasa berputar
Aku berlari, merangkak dan tertinggal

Kini, catatan amal di lembaran usang mulai sungsang
Kupandang diri, menunduk Sang Ilahi
Apa yang kulakukan selama ini?
Aku bertanya-tanya “Pantaskah kugapai surga?”
Sedang perilakuku mencerminkan jauh dari nikmat-Nya

Tak terasa akhir tahun tinggal menghitung detak jantung
Hidup serupa angin, sekilas menyapa lalu lenyap
Bagaikan embun pagi, menetes bening sekejap menguap lalu hilang

pixabay.com

Apa saja pencapaian yang telah kuraih?
Apakah kehadiranku bermanfaat bagi sesama?
Apa yang telah kuberikan pada keluarga, sodara, dan semua orang?
Sejumput pertanyaan itu kerap menghampiri
Menyekap mulut, menjadikan sesal semakin kalut

Waktu bagai api membakar umurku, mengikis perlahan jadi debu
Jika aku di izinkan melihat tahun baru, menatap langit, menyapa mentari
Aku ingin berbenah diri, menjalin persahabatan tanpa saling menghakimi
Menjadikan kebersamaan lebih berarti, di sisa umurku ini

Banyak keinginan dan harapan yang belum aku capai
Kuharap sederet impian dapat kugapai
Satu hal yang paling aku ingini
Aku tak ingin menjadi orang yang merugi
Agar kelak mendapat ridho sang rabbi
Di Syurga-Nya yang abadi

Selamat tinggal masa lalu, akan kusambut masa baru
Dengan Sejumput Harapan di Tahun Baru

Winda Puspitasari 

Yogyakarta, Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *