Rindu Kemelut Tepian Senja

Hati berjuntai fana
Dari situ menyibak julat ribuan khayal
Ambangkan sinar serba pekat
Menyongsong rindu kemelut

Waktu menengadah harap keramahan
Kudengar awan berbisik pelan
Langit meratap sendu
Meneteskan ribuan permata haru

Hujan di senja hari ini
Menghadirkan ingatan dari serpihan memori
Memori kelam masa silam
Hadir menjelma genangan ingatan

Kini kuterdiam dalam lamunan
Terlintas bayangmu menari di pikiran
Sapakan gundah kegelisahan

pixabay.com

Andai kau tahu, saat hati nyaman dalam sandaran
Serupa bunga bermekaran
Indah dalam dekapan yang kerapkali kau lakukan

Di tepian senja ini, kau pernah berbisik di telinga kananku,
“tetaplah kau di sisi! Berdiam di singgasana hatiku yang disiapkan untuk kau singgahi”

Di tepian jingga ini
Kita pernah bermanja di bawah sinar aurora nya
Bercerita tentang rindu yang kau ucapkan lewat kecupan

Oh, kini kutersadar dalam lamunan
Kubiarkan waktu menghapus semua jejak tentangmu
Hingga rindu ini menjadi kemelut di tepian senja
Akan aku kubur serpihan asa, hingga ia tak lagi menjelma ribuan luka

Winda Puspitasari 

Yogyakarta, Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *