Ketika hujan turun, Lagi

Orang-orang menutup jendela

Menyeduh kenangan,

Secangkir kopi di permukaan senja,

 

pixabay.com

Belia menangis, petir berteriak histeris

Si Tua menunggu di emperan kota,

Malaikat membawa payung warna-warni,
Turun ke bumi

Melindungi ubun bayi yang lahir dari keterasingan

Ia membiarkan plafon istana negara berlubang
Agar penguasa berwajah hitam tak cepat memasukkan jasanya ke dalam brangkas omong kosong,

Anak muda, menciptakan delusi
Bersembunyi di balik kerah berdasi

Menjatuhkan hormat pada telapak buruh

Tidak peduli, ketika hujan berlinang, semuanya basah.

Darah Mimpi 

Magelang, 26 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *