Kabar ketika Hujan

Hujan mengiringi kedatanganmu,

Menyua memberikan mata nanar, menerima kehilangan

Kau temui diriku, mengurangi beban pundakmu

Kabut menggumpal di alam luar
Embun-embun membasahi jendela.

Kau ukir sebuah nama
Ibu 

Pelangi tidak datang mengantarkan kepergian

pixabay.com

Kau jatuhkan tubuh bersama rintik-rintik hujan

Menghitung setiap titik
Menandainya dengan rindu-rindu berkomamu.

Hujan menjadi saksi,
Kau datang membawa setangkai kemboja,
Menaburkannya di atas tanah basah

“Ibuku meninggal.”
Baktimu tersampaikan dalam doa.

Titin Widyawati 
Magelang, 26 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *