Malaikat Renta

Terik mentari menyengat kulit
Air peluh senantiasa mengucur dibalik uluran hijabnya
Merunduk, merintih dibawa seponggah beban di pundaknya

Senja kini berganti malam
Kau pulang berlengkung senyum
Bersambut anak, cucu yang senantiasa muram
Berjengkit ketika mereka bentak dengan suanya
Kau tutup telinga seolah tuli
Kau tutup mata seolah buta
Tetapi hati seolah merasa

pixabay.com

Kau tutup pintu kamarmu
Bersimpuh dihadapan Tuhan Yang Maha Esa
Berluruh derai air mata, terisak lirih menyayat hati
Didalam sujud berdoa keselamatan jiwa
Seolah mati rasa tentang lara

Mereka masuk dengan murka
dengan alasan seolah mereka tersiksa
Tertendang tubuh renta, terinjak sajadah sucinya
Tertampar wajah binarnya
Tetapi kau justru tutup mata
Mereka buta mata membabi buta menyiksamu
Tetapi kau tetap memejamkan mata
Seolah berkata “Nak sakiti saja ibu, Ibu tidak akan bangun”
Terdengar teriakkan mereka seolah menyebut namamu
“Ibu.. ibu…”
Mata ini tetap terpejam

Rachma Dewi

Banjarnegara, 22 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *