Ditinggal Senja

Senja itu tanpa ampun memukul mataku dengan indah
Aku sempat tak terima, dan itu membuatku semakin sedih

Sepanjang jalan yang panjang nan jauh
Pandanganku tak terarah
Tengok kanan kiri
Dan aku kembali tak sadarkan diri
Aku terpana, iya benar-benar sampai menganga

Ku tatihkan kembali tujuanku
Bahwa senja hampir meninggalkan tubuhku
Aku gusar, gundah, dan menyesal
Rasanya kapan lagi aku memiliki

pixabay.com

Di penghujung, kutemui sisa-sianya
Serasa tertimpa emas berlian
Cahanya cerah, indah, menebarkan keajaiban
Semua hati tak mau pergi dan setia menjaga diri
Diam, hening, dan menikmati
Semua pancaran senja masuk pada pori-pori rindu yang melebar

Semakin malam, senja benar-benar pamit sampai pagi menjelang
Deburan pasir, gempuran ombak saling berdiakusi solid
Sedangkan di atas separuh bulan dan banyak bintang menjaga malam dengan sigap dan tenang
Hanya hati yang bergemuruh mengikuti angin laut
Hanya pikiran kosong yang meniadakan rasa pasif

Tak ada yang sia-sia
Semua tersimpan
Masih bagus dan wangi
Memoar-memoar terbang dan sulit tertangkap

Dini Harani

Parangtritis, Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *