Pita Merah Peredam Luka

Dia sudah terbaring lemah
Meringkuk dipeluk nestapa
Jiwa rapuh ketakutan
Tanya menghantui pikiran
Masih adakah manusia yang mau mendekatinya?
Setelah virus jahat itu mengalir dalam darah
Merampas tenaga, menggerogoti daging hingga tulang berlapis kulit yang tersisa

pixabay.com

Namun akhirnya
Rona wajah yang lama memudar itu perlahan ditunjukkan
Setelah tau lambang kepedulian menyebar di mana-mana
Meski tak menyembuhkan raga
Setidaknya pita merah meredam luka jiwa
Atas harapan yang sempat punah

“Ternyata masih banyak yang memperdulikan hidupnya” Dia membatin girang.

Dho Hindun
Jambi, 22 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *