Catatan Kerinduan

Sejujurnya gelisahku jatuh di tubir waktu
Mengambang kantuk menggayung kesadaranku
Pulang memelukmu mengabaikan deras masa depanku
Aku ingin
Teramat sangat
Rindu

Jarak mempertemukan retak di antara kita
Kulit-kulit tipis terkelupas
Berceceran kata-kata pedas
Air mata tersungkur diselip hati
Perlahan kita lupa
Kasih sudah tertindas tak karuan jadinya

pixabay.com

Bila saja dua pulau dapat bersatu tanpa uang
Mungkin puisi ini tidak akan menari di bibir senja
Kita duduk di beranda
Saling melempar kata
Menghabiskan cemas dalam pelukan

Luang kesekian
Natal tanpa genggaman memagut rongrongan
Jarak memilih kepastiannya
Aku menegak rindu

Burung Gereja 

Semanggi, 22 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *