Kau di Panggung Merah

;Virga Puspita Chandra 

Ada salam perpisahan tanpa lambaian,

Sempat oktafmu kau tinggikan, untuk merangkum kepedulian

Melayang pada ambang fatamorgana, menjadi rasi kerinduan

Tiap malam, kau berkelip menggoda nostalgia masam

Pernah kau berdiri di panggung merah, menjadikan mata sebagai punggung,
memekarkan dua bibirmu, menggigit tangisan, merakit ketegaran, menjahit luka-luka silam, mencairkannya menjadi empedu historial.

pixabay.com

Kau pernah bergetar dalam kalutnya ketakutan,

Aku di sini, berdiri membawa teropong
Mengamati gerak-gerik mimik jiwamu,
Melepaskan sunyimu di ambang keraguan

Di mataku, mendadak kau menjadi gelembung,

Terbang mengambang, mencari makna kebersamaan.

Semuanya kau amnesiakan,

Sementara…

Retorika perjalananmu masih mampu dijamah keasingan.

Titin Widyawati 

Magelang, 20 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *