Hujan

;Liara Divya 

Jendela basah,
embun memutik di dinding bening

Ia jatuh dari ketinggian,
takdirnya jatuh,
kembali jatuh,
arus dalam tanah menggumam,

Kapankah hujan bangkit? 

Sebelum masa terbenam, hujan akan selalu jatuh,

Membasahi alam, menciptakan bunga-bunga di permukaan bumi,

Menyelinap masuk ke saluran bawah tanah,
terjun dari pangkal sungai,
menciptakan kubangan danau-danau kesunyian.

Ia, menyejukkan lahan kerontang,
menghidupkan makhluk-makhluk gersang,

pixabay.com

Ia arus dingin, memadamkan api

Kau marah, maka senyummu penghapus gelisah

Kerapkali ia dijadikan alasan insan pulang ke halaman,

belia meminang keriangan

Bagi muda-mudi, ia perekam memo romantis

Ia kerinduan yang tak pantas dieliminasikan dari perputaran waktu.

Itulah dirimu di mataku.

Titin Widyawati 

Magelang, 20 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *