“Di Bawah Cuaca”

Petir menyambut pagi
Menghangatkan sinar pandang
Menuju sebuah cermin
Tempat aku bercerita keluh kesah
Mata angin memandang sembari tersenyum melihat cahaya dari sinar pandang

Pepohonan seakan enggan menuturkan
Perihal apa yang telah menjadi
Omongan besar semalam berlalu
Terkadang..
Calon buah mengintip sang Surya
Bagaikan perkelahian sengit
Telah terjadi

pixabay.com

Di belakang
Rumput mengeringkan diri
Berkemas tanpa terlihat
Suatu hal yang pasti

Adakah kau yang hinggap di sana ?
Terbangun di saat semua terlelap
Sehingga kau dapat menuturkan
Apa yang telah terjadi malam itu?

Sungguh sebuah kebenaran
Yang tak dapat terpatahkan
Kala aku tak merekam
Segala nubuat alam
Yang merahasiakan ingatan

Doni

Langit Pekanbaru , 20 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *