Bunga Putih

;Indah Wulan Cahya

Jika kau kuntum bunga,

Izinkan aku mengawetkan kelopakmu,

Akan kumasukkan ke dalam etalase masa depan

Kan kujadikan kuntunmu sebagai pengharum keputus asaan

Biarlah daunmu gugur di dadaku, supaya leluasa tersemayam di relung kasih sayang,

Engkau seputih awan, berarak di dasar jiwa

Menekuni laju-laju gulana,

Menyibak oase, menanaminya dengan serpihan pelangi,

Lantas kau taburi permukaan kerontang dengan kelopakmu

Akarmu merambat pada urat bibir, menciptakan batang kokoh melawan arus kemunafikan,

pixabay.com

Kau meranggas kan tubuh, usai menjadi penghibur kupu juga kumbang,

Pada periode perpisahan, jasadmu terabadikan dalam pujian luhur

Mawar putih, namamu terselip di bawah kerlingan mata bintang.

Titin Widyawati 
Magelang, 20 December 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *