Membina Karyawan

Membina Karyawan lebih mudah daripada memberikan sanksi atas kesalahan yang terjadi.

 

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, orang sukses dan besarpun dimulai dari sebuah atau banyak kesalahan masa lalu yang sudah dilakukan. Pemilik usaha dan Direksi juga sering melakukan kesalahan dan memperbaiki dengan beragam cara dan strategi sehingga kesalahan yang terjadi tidak terulang dan justru berbalik menjadi sebuah lompatan besar dalam karirnya.

 

Demikian juga untuk level jauh dibawah yang terjadi pada tim kerja kita. STOP meminta karyawan kita harus 100% benar dalam menangkap instruksi dan melakukan yang sempurna sesuai harapan karena itu pasti butuh waktu pemahaman yang panjang dan penuh proses, kesalahan besar menjadi kesalahan kecil sampai sama sekali tanpa kesalahan tentunya membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit.

 

Sangat mudah menjatuhkan sanksi untuk pekerja kita yang melakukan kesalahan bahkan jika kesalahan itu berat maka sanksi PHK yang akan diberikan. Apakah itu sudah menjadi pilihan terbaik untuk kita sebagai Leader/Managemen?Itu menjadi sangat mudah bagi kita dan karyawan, masalah selesai dan berakhir hubungan kerja yang terjadi sehingga kedua belah pihakpun menetapkan masa depan sendiri-sendiri, tapi mari kita pikirkan kembali “lebih mudah manakah melakukan PHK dan membina sebuah kesalahan yang terjadi?” Atau “manakah lebih mudah melalukan PHK dengan mencari karyawan terbaik berikutnya?”

 

Ketika kita mulai memikirkan kembali hal itu, kita akan ada pada kondisi yang lebih sulit tentunya karena bisa saja orang yang melakukan kesalahan besar tersebut adalah orang terbaik dan talenta yang kita miliki dan merekapun bisa setiap saat melakukan kesalahan baik kecil maupun besar. Apa proses sanksi berat berupa PHK siap kita berikan? Jika langkah itu harus kita lakukan apakah kita bisa dengan mudah menemukan orang diluar sana yang lebih berkualitas? Kita tidak akan pernah bisa menemukan karyawan yang sempurna, selalu berhasil dan tanpa kesalahan sama sekali dalam bekerja, itu nyaris mustahil…..

 

Mari kita lakukan Manajemen Kesalahan dengan lebih obyektif dan stratejik lagi, mengelola kesalahan karyawan dengan lebih bijaksana justru diperlukan untuk mengubah perilaku negatif karyawan tapi hal itu perlu konsistensi dan terprogram, pola pembinaan yang tepat perlu diselenggarakan secara efektif dan efisien melalui sejumlah langkah yang sederhana yang berupa:

 

1. Menemukan kenapa terjadi kesalahan

2. Menggali apa yang salah dan bukan pada siapa yang paling salah.

3. Mencari pola jenis kesalahan dan pilihan cara memperbaikinya.

 

Lakukan berulang-ulang setiap tahap itu yang merupakan bagian dari sistem pembinaan tim kerja, namun jika telah berkali-kali dilakukan proses pembinaan tersebut tetapi sikap dan perilaku kerja yang lebih positif yang diharapkan tidak terjadi perubahan maka barulah ada 2 kemungkinan kondisi yang muncul untuk kita evaluasi yaitu “karyawan ada di posisi yang tidak tepat” atau “saatnya dibinasakan.”

 

Setiap orang pada umumnya dan karyawan pada khususnya perlu mendapatkan “Sentuhan Pembinaan” yang tepat untuk menuju pada setiap perubahan dan perkembangannya, bahkan anak kecil pun mengalami perlakuan ini untuk mengetahui apa yang baik dan tidak sampai akhirnya mengetahui berbagai macam pengetahuan. Sama dengan tim kerja kita, mereka juga perlu sentuhan terus menerus sampai terus bertumbuh dan menjadi baik, lakukan pola-pola pembinaan yang kita rancang secara terukur sebelum “vonis ketidakmampuan/kesalahan berat” harus kita berikan untuk tim kerja kita.

 

 

Fajar Riadi DS

(Human Capital Specialist)

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *