Jeruji Luka

Gumpalan awan putih menghitam
Bumi terlentang jauh dari keramahan cahaya
Matahari seolah tertidur
Memimpikan hujan menghujamkan luka pada tanah tak berdaya
Hujan adalah percikan kegelisahan
Hujan adalah ratapan

Ada apa gerangan denganmu hujan?

Sejak senja kemarin sampai subuh ini kau menangis menderu-deru

Aku dekati tapi kau tak mau
Coba kupeluk tapi kau memporak-porandakan rumahku

Hujan, ada apa denganmu?
Dari doa kucoba tenangkan supaya kau berhenti menngis
Tapi tetap saja kau begitu bengis
Bahkan kau menyingkap ragaku hingga tersungkur

Deraian air mataku mulai mengalir bersama genangan airmu
Sesak dadaku
Nyata kini kau begitu marah
Tapi aku tak tahu apa salahku

Barang-barang kesayangan dan hadiah
Tenggelam menjadi lumpur
Aku merana
Aku bersedih
Aku menderita
Hujan yang kucintai
Kini hilang kendali.

(Yogyakarta, Desember 2017)

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *