Nuri Febrianti Wulandari

Namamu mengakar di antara rindu kedua orangtuamu
Untuk waktu yang tak pernah meninggalkanmu pergi
Rindumu sempat merintih mereka tuk segera menemuimu
Impianmu bukan hanya bertemu, melainkan bersama mereka lagi

Februari, hari pertama di bulan itu
Emakmu, mengucap syukur atas kelahiranmu
Bapakmu, yang memperkenalkanmu pada dunia
Resah mereka terobati, setelah kabar kau sampaikan
Ingin rasanya kau terbang; bersama
Angin yang ‘kan membawa tubuhmu menemui mereka
Nan memeluknya dari kedekatan raga
Tapi itu tak bisa, karena kau hanyalah sebuah tanaman
Inangmu tak mengizinkan kau berada jauh darinya; nenek

Walaupun kau tak punya kesempatan
Untuk mereka, cintamu abadi dalam sanubari
Lantas, kau mengantarkannya pada langit malam
Atas nama Tuhan yang memberimu napas
Namanya selalu kau pinta dalam kebaikan
Dan rindumu benar-benar menjadi rindu bagi mereka
Awal hingga akhir dari keseharianmu
Rela kau habiskan, mengupayakan kebahagian mereka
Ingatlah! Kau adalah anak semata wayang yang selalu menjadi penyejuk bagi kedua jiwa itu

Shofiyah
Jember, 18 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *