Memaknai Kau Sebagai Gempa Bumi

Kami pendosa bergumul kenikmatan semu
Terombang ambing oleh hasrat menggelora
Berdentang urat nafsu membakar iman
Menjalar seantero jagat raya

Tuhan memberontak
Payung langit murka tak berarah
Kebengisan bumi tak ada jeda
Melihat butiran debu menggerogoti jiwa ibu pertiwi

Hujan penyesalan hanya simalakama menyayat hati
Menyapu bulir dosa tak pernah dirundung air iman
Menggengam kalam sampai akhir di pentilasan

Mata Elang

Pekanbaru, 18 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *