Melirik Senja 2

/1/
Diriku di balik jeruji senja menyadap diksi-diksi yang tertaut rentetan narasi di tanah kering kerontang. Menyulam setiap bait doa yang menerbangkan guguran daun-daun bertengger di ranting yang lemah. Kecupan cumbu senja masih terlintas di benakku melihat kebesaran Tuhan.

/2/
Kuseduh bulir rindu berceceran pada payung langit menggenangi jalan nostalgia antara kita. Melebur pilu kian beronak duri diterpa angin masa lalu. Bila senja hanyalah seserpih benci yang meluap di musim penantian tiada arti. Buat apa jingga menyemburat cinta yang usang?

/3/
Gelisah waktu memporak sepotong hati yang kandas. Memercik juntaian api dalam tungku nafsu jiwa. Terpanggang resah tak bersebati asa. Kapan senja mulai tertawan rindu menggelora?

Mata Elang

Pekanbaru, 19 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *