Buah

Satu persatu buah pohon itu hilang dari pohonnya
Diambil dan gugur sendiri
Perlahan tapi pasti
Buahnya kian hari kian meranggas
Menyisakan satu di antaranya

Ya, hanya satu buah yang tersisa
Bukan karena tak ada yang ingin mengambil
Tapi teramat sulit diraih
Sebab terlalu tinggi

Silih berganti manusia mendatangi
Melihatnya dan berkata “Kapan kiranya buah itu akan gugur”
Selalu begitu
Siapa saja yang datang
Pertanyaan sama terlontar

 

pixabay.com

Kadang pula ada yang mencela
“Tak usah diburu, dia masih terlalu kecil, akan lama menunggu hingga matang”

Tapi Buah itu tahu
Meski banyak yang mencela
Atau hanya sekadar menantinya jatuh
Ia tahu, hanya pohon itu yang akan bertahan dengannya
Hanya pohon itu yang siap terguncang dibawa angin bersamanya
Hanya pohon itu yang akan menyangganya
Meski ribuan tanya, olok, dan cela menghampiri

Sesekali pohon berbisik
Sudahlah jangan ratapi
Masih ada aku yang berdiri kokoh
dengan cabang yang memperkuat
dengan daun yang melindungi
dengan akar yang takkan goyah
Meski cela sekalipun menghampiri

Pada pohon berbuah itu
Padanya buah menggantung harap

Sesekali sang buah tengadah sendu
“Tuhan, inikah takdirku yang telah Engkau tetapkan?”

Peka Tariska

Yogyakarta, 18 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *