Tiga Ketukan Sebelum Tengah Malam

Untuk: Kharisma De Kiyara

Sebelum malam memuncak dan cahaya bulan menembus jendela kamar,
Aku ingin datang dan menyelami bola matamu,
Melihat suka duka yang kerapkali kau adu,
Lalu, tinggal sebagai seorang anak kecil yang terjebak di masa kanak-kanak.

Aku ingin datang dan menyelami bola matamu,
Memastikan keadaan rindu yang kau peram,
Hal-hal yang tidak bisa kupastikan,
Oleh batas ruang,
Waktu,
dan yang kerapkali kau sembunyikan di ceruk mata.

pixabay.com

Di satu waktu sebelum tengah malam,
Ada langkah-langkah ragu yang menyusuri koridor apartemenmu,
Tangan-tangan yang gemetar mengetuk pintu kamar,
dan gemeletuk di pita suara.

Apakah aku akan datang dan menyelami bola matamu?
Di tubuh yang gigil itu,
Wajahku pucat cemas,
Dua malaikat menghampiriku,
Di ketukan yang pertama, mereka tiba di balik badan,
Ketukan kedua, tangannya menyentuh tubuh,
Ketukan ketiga, tubuhku hilang redam,

Maka kau jangan heran,
Pada tiga ketukan sebelum tengah malam itu,
Kau tak menemukan apa-apa,
Selain rindu
dan kabar-kabar yang berserakan di koridor apartemenmu.

Sapta Arif
Surakarta, Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *