Tangis

Jerit itu terulang lagi
Memekakkan telinga
Menyayat kalbu

Tangis di pelupuk mata kian mengalir deras
Kala reruntuhan bangunan itu di gerus paksa

Tangis itu membahana semesta
Sukma pertiwi terguncang
Membias disanubari
Terpatri di relung jiwa

Napas tersengal
Melawan sesak berkepanjangan
Memandang derita tak berkesudahan

Melihat puing jadi debu
Melenyapkan kenangan

Membongkar peristirahatan terakhir
Melenyapkan rasa manusiawu

Tangis pilu
Teriakan sayu
Tak menjadi gentar traktor meruntuhkan bangunan kokoh itu

Mata itu, hanya menatap sendu di kejauhan
Menakala melihat puing itu bertaburan
Menghilangkan kenangan dengan paksa

Begitu menyesakkan kala tahta begitu penting dari kemanusiaan

Peka Tariska

Yogyakarta, 15 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *