Suara Hati

Angin musim kemarau tak lagi terdengar
Riuhnya mungkin sembunyi di balik matamu
Ada yang kau lupakan perihal sanubari
Di mana tiupan do’a selalu mengiringi

Dia ibumu
Yang kau patahkan rindunya dengan sumur airmata
Kala senja lewati batas cakrawala
Ia gemetar menanti sosokmu tak jua muncul di sana

Berabad-abad sudah rindu mentandaskan kecap rasa
Hingga kau hadir membawa tumpukan nestapa harap ia mengiba
Hati tetaplah hati
Airmatamu meluruhkan dinding sucinya

Dwi Susiani

Bandarlampung, 15-12-2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *