Sejarah Banjir

Setetes air menjadi hiper alam
aku mulai menjulang
sungai persinggahan bertukar lara
banyak bibir yang menyela.

Sampah menghalangiku melintas
bilik-bilik sudah lenyap untuk sepetak rumah
tubuhku sudah tak kuasa, ingin membuncah pada permukaan

Aku tak tahu siapa yang bersenandika
entah tangan riak yang berserakan
atau sungai yang sudah tak bersahabat denganku
hingga aku asyik menggerus jiwa.

Oleh Laili
Banyuwangi, 14 des 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *