Sebatang dengan kopi pagi

Perlahan kepulan asap memuncak
Sengaja kuhembuskan
Maksud hati ingin merangkak tinggi bersamanya
Itu hanya analogi tentang cita yang bersahaja

Kopi pagiku pun demikian
Sedikit asap nampakkan panasnya
Perlahan saja kuhirup
Demikianlah nikmat serasa sedalam sumur hati

Sama pula luka ataupun suka
Kepulan asap pagi ini tak kubiarkan saja
Sengaja kutuliskan tentangnya
Supaya kubisa sepertinya
Berani apa adanya

Tak pedulikan bagi mereka yang tak suka
Kepulannya tak pernah pilih kasih
Justru masing-masing pemilik hatilah
Yang seharusnya mampu mengolah ketulusannya
Supaya tak mudah mencerca
Apalagi menghina

Demikianlah sebatang dengan kopi pagiku
Keduanya punya arti yang saling melengkapi

Abdul M

Malang, 15 desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *