Puisi Terakhir Malam Ini

Gelap malam menjadi bayang-bayang kelam di sepasang matamu
Kunang-kunang yang hinggap di kaca jendela kau usir paksa
Awan pun menyembunyikan lukisan bintang dengan sempurna
Hanya sederet lampu kota yang terlihat bercahaya
Atau sedikit cahaya biru dari jamur-jamur beracun di tepi rumahmu

pixabay.com

Aku ingin menjelma sebagai lampu-lampu kota itu
Menyapu kabut mencurahkan sekoci lentera untuk menerangi dunia
Aku ingin menjelma sebagai awan penyembunyi bintang itu
Mengirimkan hujan untuk memekarkan bunga melati yang tumbuh di dadamu
Namun, aku takkan bisa melakukan itu

Malam ini,
Waktu bergulir begitu cepat
Belum aku menyeka air yang mengucur di pipi
Mentari sudah menampakkan bulir-bulir cahayanya
Berikut dengan bayangmu yang memudar di balik tirai waktu

Karya: Wisnu Maulana Yusuf

Bordom, Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *