Nanti

Sebuah sajak kau baca dengan irama mendayu
Mimik wajah yang kau sandiwarakan cukup membuat mataku tak bisa berselingkuh untuk memandangmu
Kau ungkapkan kata nanti sebagai benih harapan yang kau tanam padaku
Kau tegaskan kata nanti sebagai isyarah doa yang kau gumamkan padaku

pixabay.com

Katamu,
Nanti, aku akan menjadi pelangi melukis siangmu
Nanti, aku akan menjadi bintang menghiasi malammu
Nanti, aku akan menjadi sepatu mengiringi langkahmu
Nanti, aku akan menjadi tongkat menuntun arahmu

Kataku,
Sudah hentikan, aku tau apa maksudmu
Cukup kau beri aku harapan
Lalu kau tinggalkan
Maka aku akan mati perlahan

Karya: Wisnu Maulana Yusuf

Warsokusumo, 14 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *