Lelah

Untuk kesekian kalinya lidah ini berkeluh,

Bukan memberikan peluh pada beningnya embun di mata pagi,

Lain dari timangan senja ketika wajah malam menguap

Aku lelah, untuk putaran kehidupan ke tiga

Setelah jatuh, kembali jatuh, dan jatuh

Bangkit mengharapakan butiran embun di kening mengalir

Sebagai jasa masa di penghujung lembaran usang

Izinkan sebelum akhir berkutib, lensa ini terkatub.

Titin Widyawati

Magelang, 15 Desember 2017.

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *