Laki-laki Tua-ku

pixabay.com

Ayah…

Hanya parasmu yang kuselipkan di lorong-lorong sunyi

Kepadamulah aku pulang, membawa kado pelitur masa kenang

Matamu mencerminkan benderangnya impian

Aku sendiri merupakan keping harapan yang kau semai di samudera kesabaran

Demi nama baikku, kau lari meninggalkan akal.

Aku menjadi luka

Lamunanmu meriakkan airmata

Harga dirimu terbeli keletihan

Anjuranmu tentang hidup menjadi panutan

Senyummu melekat di dinding-dinding keputusasaan

Namamu berkarak di palung perasaan

Indah, sepadan lagu- lagu kebangsaan.

Titin Widyawati 

Magelang, Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *