Kuas-Kuas Puisi

Aku akan menyamar dan menjelma sebagai bunga suci di hidupmu
Nanar yang kau layangkan pada wujud asliku selalu membuatmu mundur satu langkah dariku
Namun, aku akan tetap mempertahankan keberadaanmu di kehidupanku
Atau menculikmu dari bilik kamarmu yang kau anggap tempat tersucimu

pixabay.com

Zirah yang kau pasang di tiap lekuk tubuhmu
Akan menjadi tameng afeksi milikku yang kau tolak amat telak
Kuas-kuas puisi menjadi saksi kucuran darah dadaku
Inai-inai biru di kukumu menjadi penuh merah darah
Yura cinta seakan tak acuh terhadap keadaanku
Yura cinta seakan tak acuh akan penderitaanku
Atau,
Hukum-hukum alam yang akan memenggal kepalaku

Dunia tak lagi sama di sudut pandang mataku
Enam menjadi tiga lalu hilang tak berangka
Rasa cinta menjadi duka lalu mati dibuatnya
Aku tak bisa memandang dunia dengan mata yang sama
Jalanan setapak menjadi kehilangan arah tujuannya
Atau,
Tungku-tungku api yang tak lagi ada bara panasnya

Karya: Wisnu Maulana Yusuf

Caturtunggal, 14 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *