Dito Anurogo

Dawai-dawai kata ciptaanmu tak lagi kuragukan
Ibarat detakan nadi di batas detik
Terus kau sajikan meski hangatnya tersapu embun pagi esok hari
Oase yang sempurna tuan

Andai oktaf tak menjadi alasan terbentangnya sekat di sisi waktu
Nada-nada haru mungkin kudendangkan dengan lugu
Untuk beberapa saat aku termangu
Rantai kehidupan taklah selalu menjerat
Oksigen tersebar bebas tak berbatas
Gaungan malam pun kadang tak sesunyi belantara
Obat terbaik adalah nikmati meski jarak penuh duri

Dwi Susiani

Bandarlampung, 15-12-2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *