Cemas

Jika besok cahaya masih menelisik selusur bumi dan aku masih bernama pagi, kau boleh menadah butir-butir embun itu pada sebuah cangkir.

Tak akan ada kebas saat kau meminumnya, jari-jarimu boleh saja menggenggam bayangan sejuk di matanya, menuangkan serbuk mint yang menggigilkan aku.

Tetapi cemas, kau abai pada partikel candu yang kususupkan pada uap sebelum ia jadi menetes. Lalu riap rindunya kini menyisip dalam nadimu, tenggak terakhir itu, mengerjapkan bola matamu yang lugu

Dani Hestina P

Kulon Progo, 14/12/17

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *