Allepo

Sebuah amunisi
Menelan seisi bumi
Berhamburan langkah kaki
Tak tau arah, berlari berlindung di langit misteri.

Tetesan luka dari pelupuk mata
Membasahi raut muka tanpa menyejukkan jiwa
Kami merindu hujan, yang datang hanya virga
Kami melantunkan do’a, yang datang tetaplah senjata

Pada ranting takkan meninggalkan daun
Pohon takkan meninggalkan akar

Percaya, jika amunisi hanyalah alat
Tidak bisa memisahkan kami bersama Tuhan

Oleh Laili
Banyuwangi, 14 Desember 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *