Kota Tua

google.com

sayap anak adam mengepak, melayang ke negeri antah berantah

mengantongi bekal usia di dalam pundi- pundi fana

malam melambaikan daun-daun kering yang berguguran di kota mati

orang-orang sibuk memungut waktu, menghabiskan di emperan-emperan senja

meneguk secangkir kopi, di bangku-bangku sepi

kota menjadi tua, bocah bercelana pendek meringkuk kedinginan, meniup bara di tangannya

kota ringkih, badai menggantikan kesibukan, tapak kaki bersembunyi di bawah gemerlap

Lalu lintas panik, wajah-wajah burung tampak melas

kota tua, sudikah kau terima putri yang hendak beranjangsana ke tempatmu?

Ia menunggu di ruang tanpa cahaya.
Titin Widyawati 

Magelang, 29 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *